Subscribe Twitter

Rabu, 28 Juli 2010

DALAMMU

Menyembahku diantara sesembahan, terburat kabut senja nan membuta tertaklid.
Wahai Ruh nan Dzat, Af'al, Asma dan Sifatku merindu beradu di pada sembahku yang lusuh, AirMu kian didamba hingga membasuh jalan pulangku pada kesucian hendakMu...

Mati Rasaku bukan rasaMu yang melambungkan jiwaku dibelaian nafs...

Jiwaku membelenggu pada panah tak terarah, menghujam titik keberdayaanku.
Rajutan berakal pada keindahan puruk rasaku, Terajut dihening kosmos nan mikro.
Menyelubung di pada gerbang kematianku...
Read more

INGINKU

Inginku mengulang bersamaku, saat terakhir kupapah diriku.
Limbung angan dihasrat jiwa, jiwajiwaku kemaraukan batin terpola gurat rerimbunan duniawi.
Harum menyengat bagai bangkai nan terbungkus Ar RahimNya, kuingin sungguh..., melayang pijak dalam kebengalanku yang sirna menggapai Ar RahmanNya...

Inginku bersamamu, kau jauh melayang tak berarah.
Diredup mendung megamega selubungnya kutelusuri harmonimu, kian sesak iringan nafas ini mengendus disujudMu.
Bathin kuusap tersadap liangliang nan seloroh dirupamu, Rupa yang selalu telungkup dipikir hati gemuruh.
Gemuruhku akan lembaran takdirMu...
Read more

AKANMU

Mabukku akanMu tak seharusnya kumeminta lebih, sebab ku masih menginginkanMu dan selalu.

Ku tak akan sepertiMu walau dalam titian detik kusebut namaMu, Kau bukan sekedar nama.

Hingga saat temaram menggelayut di padang cahaya bahwa aku memang bukan Kau, adanya bagianku dan aku perwujudanMu.

Bukan niatku menjadiMu, hanya inginku menujuMu...
Read more

Selasa, 27 Juli 2010

MERADANG BATHIN

Wahai manusia pendarah daging materi. Perjalananmu akan sangat terhambat oleh kegemaranmu. Sedangkan hatimu sangat menentang akalmu. Dunia kematianmu penuh gemerlap.

Manusia dilahirkan untuk belajar ilmu. Tapi di mana Budipekertinya? Manusia telah dirancang menuju kesempurnaan. Kesempurnaan hakekat pada kolbu. Terefleksikan pada kesempurnaan syariat dengan laku dan ucapannya. Tapi masih banyak manusia sempurna menurut dirinya. Sedangkan laku dan ucapannya masih barbar dan kasar. Adakah sadar dalam alam kesadarannya?

Manusia hidup dalam penjaraNya. Penjara yang nyata dalam diri manusia. Semakin kuat manusia ingin lepas. Semakin terasa kesendirian manusia. Peran dan lakon milik manusia. Manusia selalu berperan untuk lakon. Lakon yang menuntut manusia berperan. Kita Cuma berpijak dalam lingkaran manusia, peran dan lakon.

Pesona dalam keindahan bathin terpancar hingga batas aura. Hidup dan mengembara dalam penjara dunia. Penjara yang nyata dalam diri manusia. Semakin kuat manusia ingin lepas. Semakin terasa kesendirian manusia. Kurindukan kebebasan kasih sejati. Kasih yang tiada pamrih dan kesesatan.

Sesuatu yang terindah ada satu titik terburuk, akan tetapi... Hal terburuk bisa menjadi langkah awal menuju keindahan. Semoga dosa anak- anak Adam selalu terampuni. Kecerahan dan kesesatan hanya milikNya. Manusia durjana saling hujat untuk sekedar pangkat tak pedulikan lagi orang mlarat. Wahai sang penguasa berkuasalah atas jiwa kepemimpinanmu.
Read more