Wahai manusia pendarah daging materi. Perjalananmu akan sangat terhambat oleh kegemaranmu. Sedangkan hatimu sangat menentang akalmu. Dunia kematianmu penuh gemerlap.Manusia dilahirkan untuk belajar ilmu. Tapi di mana Budipekertinya? Manusia telah dirancang menuju kesempurnaan. Kesempurnaan hakekat pada kolbu. Terefleksikan pada kesempurnaan syariat dengan laku dan ucapannya. Tapi masih banyak manusia sempurna menurut dirinya. Sedangkan laku dan ucapannya masih barbar dan kasar. Adakah sadar dalam alam kesadarannya?
Manusia hidup dalam penjaraNya. Penjara yang nyata dalam diri manusia. Semakin kuat manusia ingin lepas. Semakin terasa kesendirian manusia. Peran dan lakon milik manusia. Manusia selalu berperan untuk lakon. Lakon yang menuntut manusia berperan. Kita Cuma berpijak dalam lingkaran manusia, peran dan lakon.
Pesona dalam keindahan bathin terpancar hingga batas aura. Hidup dan mengembara dalam penjara dunia. Penjara yang nyata dalam diri manusia. Semakin kuat manusia ingin lepas. Semakin terasa kesendirian manusia. Kurindukan kebebasan kasih sejati. Kasih yang tiada pamrih dan kesesatan.
Sesuatu yang terindah ada satu titik terburuk, akan tetapi... Hal terburuk bisa menjadi langkah awal menuju keindahan. Semoga dosa anak- anak Adam selalu terampuni. Kecerahan dan kesesatan hanya milikNya. Manusia durjana saling hujat untuk sekedar pangkat tak pedulikan lagi orang mlarat. Wahai sang penguasa berkuasalah atas jiwa kepemimpinanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar